Parto masih tertunduk lemas, bukan karena memikirkan lesu bisnis angkudesnya namun lemas karena merasa belum berbakti kepada orang tuanya, khususnya ibunya. Saat fikirannya melayang jauh tentang dosa –dosanya karena belum berbakti kepada orang tua, tiba –tiba terdengar ketukan pintu dan salam dari luar rumah kang Udin. Rupanya Syamsul yang datang.
Setelah basa – basi sebentar, kang Udinpun sedikit menceritakan permasalahan Parto, ini hal biasa karena mereka sudah selayaknya seperti saudara sendiri, sehingga sering saling mengingatkan diantara satu dengan yang lainnya.
Sesaat kemudian, Syamsulpun ikut bercerita :
“Betul kang Udin, seandainya saja kedua orang tua saya masih hidup semua permintaannya sepanjang saya mampu kerjakan dan tidak bertentangan dengan syariat pasti akan saya lakukan. Namun apa boleh buat…. Kedua orang tua saya sudah tiada. rasa menyesal itu benar – benar lebih terasa disaat mereka semua telah tiada kang ?”
Mendengar keluhan tersebut, kang Udin ikut menambahi .
“Kita masih mempunyai kewajiban kepada kedua orang tua kita, walaupun beliau sudah meninggal ?” kata kang Udin.
“Bagaimana itu kang Udin ?” tanya Syamsul
Kang Udinpun menjelaskan :
“Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata “Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?” Rasulullah dengan tegas menjawab “Ya, masih ada”. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal : Asshalatu ‘alaihima (berdo’a untuk keduanya), Wal isthigfaru lahuma (memohonkan ampun keduanya), Wainfadzu ahdihima (melaksanakan janji-janjinya), Waiqramu shadiqihima (memuliakan teman-teman keduanya), Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)”
Wednesday, January 20, 2010
Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal ( Gimana Ya Caranya ? )
Posted by romeomontaque at 10:50 PM 0 comments
Sebel nih, Ibu Cerewet ! ( sebandingkah dengan pemberian kita ? )
Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya.
Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.
”Saya pusing kang...., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.
”Anda ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis Anda lancar...namun jalan keluar sudah dikasih ... Anda malah ga diambil.” jawaab kang Udin.
”Lo .... Anda ga nyambung kang, gini nih... bisnis saya sedang lesu....ibu saya cerewet dan minta ini itu...gitu lo....kan baiknya gini to, ibu saya ini ya...minimal ngedoakan saya...supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.
Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :
”Logika Anda coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu Anda...terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama Anda. Sampai disini dulu... buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis Anda yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu Anda berdo’a demi kelancaran bisnis Anda, ga usah diminta, saya yakin ibu Anda sudah mendo’akan ga ngomong aja”
”Anda mungkin lupa ya....waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau Anda lupa ... sekarang saya ikut mengingatkan, ”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku meninggal di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”
”Jadi, kalau Anda mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis Anda ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa Anda.”
”Nah, kalau Anda sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis Anda, karena sesungguhnya Anda bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang Anda miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”
Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.
Sahabatku……Sudahkah kita berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu, ibu yang berada dekat dengan kita, ibu yang jauh dari kita atau ibu yang telah meninggalkan kita ? mari kita jadikan sedekah kita sebagai wasilah ( sarana ) membuka Pintu ‘Arsy untuk mengemis kasih kepada Yang Maha Pengasih agar ibu kita dikasihi, diselamatkan dan dibahagiakan sebagaimana kasih saying dan pemeliharaan ibu ketika kita masih balita.
Posted by romeomontaque at 10:49 PM 0 comments
Tuesday, November 24, 2009
Qurban Yuk ( Kambing yang mana ya ? )

Qurban Yuk ( Kambing yang mana ya ? )
Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.
Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,
dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya
bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,
sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini
tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.
Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi
memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,
ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.
" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat
tersebut.
" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah
tidak kurang" kata si pedagang berpromosi
matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.
" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.
" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si
pedagang bertahan.
" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama
" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.
Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.
" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku
" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek
" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?"
ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.
" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan
rumput" kata si pedagang meledek.
Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan
harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban
mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.
" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian
" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu
rupiah" katanya
Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi.
Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih
terlihat segar.
" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum
" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah
malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.
" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.
" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas
meladeni.
" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki
(Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap
bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan
dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu
di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan
dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.
" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya
mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.
Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya
sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek,
kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.
" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan
selembar lima puluh ribuan
" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si
kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih
" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur
memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi
mbah)
" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa
ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu
ya),
sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,
InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."
Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua
yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail
milikku.
Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya
tetap dengan semangat.
Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik
ke arah berlawanan dalam pandanganku.
Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.
Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap
bulan oleh si kakek.
Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang
berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.
Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku
sebagai Manajer perusahaan swasta asing.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super
Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan
memilikinya
Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus
Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku
yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku
di dunia fana.
Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali
saat membelinya.
paste from forum in Facebook "CINTAI ANAK YATIM"
Posted by romeomontaque at 1:15 AM 0 comments
Tuesday, November 17, 2009
Tuhan itu ada? tidak ada?
Orang yahudi pun bisa membuktikan bahwa tuhan itu ada . . . .
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan
menciptakan
segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang
menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali
lagi. "Ya,
Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
berasumsi bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi
dia
telah membuktikan kalau Kekristenan itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu
ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah
sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut
hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu
-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
diam
dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
dingin
untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak
ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
gelombang
setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap
suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata
gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu
ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang
telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut
adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
salah,
Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti
dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang
timbul dari
ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah ...
Albert Einstein
sumber : buku ensyklopedia
Percaya bahwa tuhan itu ada . . . ! ! ! Karena dosa kita akan di pertanggung jawabkan nanti . .
Allah telah menurunkan Al-Qur`an dgn segala isinya yg bukan hanya sejarah, namun segala Ilmu pengetahuan ada di Al-Qur`an.. :)
sesuai yg Al-Qur`an ajarkan.. kita jga harus mengingatkan saudara kita yg tidak percaya tuhan bukan?
Posted by romeomontaque at 2:06 AM 0 comments
Waktu Berjalan Mundur? Al-Qur`an telah mengungkapkan sejak zaman Nabi Muhammad :)
Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya, Kami akan kembalikan ke ciptaan semula. Tidakkah mereka berpikir
"Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya, Kami akan kembalikan ke ciptaan semula. Tidakkah mereka berpikir?" (Q.S. Yaasin 36: 68)
Dalam Tafsir Jami’ul Ahkam al-Qurthuby, Qatadah mengatakan bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang lanjut usia akan menjadi pikun dan kembali seperti anak-anak. Sufyan menambahkan dalam Tafsir Ad-Durrul Mantsur bahwa pikun akan datang pada umur 80 tahun. So what? Tantangan
Allah: afala ya’qilun, "mengapa mereka tidak berpikir", belum terpuaskan.
Jika ayat tersebut hanya tentang urusan: siapa yang tua akan pikun, terlalu biasa. Pasti ada sesuatu yang ingin Allah beritahukan kepada kita. Misalnya, sebagaimana halnya manusia menjadi tua dan akhirnya berbalik surut menjadi anak-anak, alam pun demikian. Hal ini sejalan dengan teori baru tentang mundurnya waktu, reverse time.
Dr.Neil Grant, peneliti Natural Philosophy, bersama 30 mahasiswanya mengamati gerakan ganjil pepohonan di Sungai Amazon, Brazil dalam jangka waktu cukup lama. Akhirnya, ia menemukan teori bahwa waktu sebenarnya berjalan mundur. Namun, kita merasakannya seolah-olah maju ke masa depan. Padahal itu hanya persepsi saja. Bagaikan film yang diputar mundur, sang aktor di dalam film berpindah dari frame ke frame, sama sekali tidak menyadari maju atau mundur.
Masa lalu, masa depan, masa sekarang itu semua sudah ada. Subhanallah. Bukankah itu pernyataan Al Quran? Ya’lamu ma baina aidihim wama kholfahum. "Dia tahu apa yang di masa depan dan apa yang di masa lalu mereka." (Q.S. Al Baqarah 2: 255). Wallahu kholaqokum wama ta’malun, "Allah menciptakan kamu dan perbuatanmu." (Q.S. As-Shaaffaat 37: 96). Ma ashoba min mushibatin fil ardli wala fi anfusikum illa fi kitabin min qobli an-nabro aha. "Tidaklah Kami timpakan musibah di bumi dan dirimu kecuali sudah ada dalam kitab sebelum Kami wujudkan ." (Q.S. Al Hadid 57: 22). Jadi, semua itu memang sudah lengkap ada sebelumnya. Dan kita jalani maju atau mundur.
Di alam semesta, teori Big Bang juga bercabang. Teori pertama mengatakan bahwa alam akan mengembang terus tak berakhir sampai semuanya gelap gulita, dingin karena jarak antarbenda semakin berjauhan tak terhingga. Menurut teori kedua, pada titik tertentu gaya mengembang kehilangan kekuatan, alam kembali mengerut dan terus mengerut sampai menjadi satu titik padat kembali. Ini disebut The Big Crunch. Dalam masa mengerut tadi, waktu berjalan terbalik. Semua hal yang terjadi pada saat alam mengembang, jadi berbalik, tidak ada yang tumbuh dan menua.
Manusia berjalan mundur, memuda, mengecil, akhirnya kembali ke kandungan, kembali menjadi sperma, dan seterusnya. Matahari berbalik arah. Semua mundur, tetapi manusia tidak merasakannya. Akhirnya, kiamat terjadi ketika semua melebur, kembali ke asal. Waman nu’ammirhu nunakkishu fil khalqi. "Apa pun (manusia dan alam semesta) yang Kami panjangkan umurnya, Kami kembalikan ke kejadian asal." (Q.S. Yaasin 36: 68).
Shodaqallahul'azim.
(PercikanIman.Org)
Posted by romeomontaque at 1:55 AM 0 comments
Massa Berdatangan, Baju Ali (anak bertuliskan ayat Al-Qur`an di kulitnya) Jadi Rebutan
Kisah munculnya ayat Alquran di tubuh bayi asal Rusia Selatan, Ali Yakubov, semakin menghebohkan. Ali menjadi populer. Massa pun berdatangan mendokumentasikannya dan memburu pakaian bayi 9 bulan itu.
Seperti dilansir The medGuru, Kamis (22/10/2009), setelah kemunculan ayat Quran di tubuh Ali diberitakan, bayi Madina Yakubov itu menyedot perhatian Muslim di wilayahnya, Dagestan dan sekitarnya.
Sang ibu, Madina, menyatakan banyak orang yang datang untuk mendokumentasikan Ali, baik dalam bentuk foto maupun video.
Tidak hanya itu, pakaian Ali pun menjadi rebutan. Orang-orang mengambil semua pakaian Ali untuk dijadikan kenang-kenangan dan menggantinya dengan pakaian lain untuk sang bayi berusia 9 bulan itu.
Sebelumnya, majelis Ulama Dagestan menyatakan keberadaan Ali sebagai sebuah peringatan bagi muslim Russia dan Dagestan.
"Mereka harus menjalani perintah Allah, menyesali kesalahan-kesalahannya, dan melepaskan diri dari konflik dan perpecahan yang kini melanda Dagestan dan Caucasus," katanya.
Ulama lokal, Akhmedpasha Amiralaev juga menyatakan hal serupa. "Anak ini adalah murni tanda kebesaran Tuhan. Allah mengirimkannya di Dagestan untuk menghentikan perpecahan dan ketegangan di republik ini," pungkasnya
Kisah ayat Alquran muncul di tubuh bayi masih menjadi perhatian serius di Rusia. Salah seorang ulama Rusia menganggap pemunculan ayat suci itu sebagai peringatan dari Tuhan.
"Kami menganggapnya sebagai peringatan untuk muslim Rusia dan Dagestan. Mereka harus menjalani perintah Allah, menyesali kesalahan-kesalahannya, dan melepaskan diri dari konflik dan perpecahan yang kini melanda Dagestan dan Caucasus," kata seorang ulama, Akhmedpasha Amiralaev seperti dilansir The Sun.
Hingga kini logika maupun peralatan kedokteran memang belum mampu memecahkan misteri bocah Rusia tersebut.
Bocah ajaib yang mendapatkan 'berkah' itu adalah Ali Yakubov, bocah berumur 9 bulan. Ayat suci muncul di kulit Ali tidak lama setelah kelahirannya. Salah satu ayat yang muncul menyatakan 'Allah adalah pencipta seluruh alam'. Uniknya lagi, petikan ayat suci ini hanya timbul setiap Senin dan Kamis malam.
Dilansir Interfax, Rabu (21/10/2009), mulanya orang tua Ali tidak memberitahukan kepada siapapun akan keajaiban si bayi. Tulisan Alquran pertama kali muncul di dagu Ali. Setelah dagu, ayat-ayat Alquran pun mulai terlihat pada punggung, lengan, kaki dan perut Ali.
Setelah berkali-kali terjadi, orang tua Ali akhirnya memutuskan memberitahukan keajaiban itu kepada dokter. Terlebih bila ayat-ayat itu muncul, Ali seperti kesakitan. "Ali selalu merasa tidak sehat ketika tanda itu muncul. Ia menangis dan suhu badannya meningkat," ujar ibu Ali, Medina.
Saat ayat-ayat Alquran itu muncul di tubuh bayinya, Medina mengaku tidak mungkin menggendong Ali. "Badannya secara aktif bergerak, sehingga kami menaruhnya di tempat buaian. Sangat sulit melihatnya menderita," ceritanya.
Posted by romeomontaque at 1:34 AM 0 comments
Lafaz Allah di Telinga Bayi Gegerkan Warga Magelang

Warga Magelang digegerkan dengan kelahiran seorang bayi perempuan karena dianggap memiliki keanehan. Daun telinga bayi tersebut berbentuk lafaz Allah.
Bayi yang diberi nama Indah Kun Nuryana merupakan anak kedua pasangan Eko Riyono(42) dan Siti Munawaroh (36). Keduanya tinggal di Gang Kokrosono I Blok A1, Perumahan Purna Bhakti RT 24 RW 9, Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Magelang, Jawa Tengah. Mereka mengaku kaget saat mengetahui keanehan pada bayi yang dilahirkan di Bidan desa setempat itu.
Pantauan detikcom, bayi yang lahir dengan berat 3,2 kilogram ini mempunyai dua daun telinga dengan bentuk lafaz Allah. Pada daun telinga sebelah kanan, lafaz Allah terbaca jelas jika dilihat dari bawah telinga. Sebaliknya, pada daun telinga kiri, lafaz Allah bisa dibaca dari atas kebawah.
Kabar mengenai keanehan bayi ini langsung menyebar dari mulut ke mulut. Akibatnya, ratusan orang pun penasaran dan berdatangan ke rumah Eko. Mereka berebut ingin memastikan langsung kebenaran kabar tersebut.
Eko sendiri mengaku kaget saat pertama kali mengetahui keanehan pada diri anaknya. Saat itu Eko akan mengumandangkan azan di telinga anaknya.
"Saat saya akan azani, saya kaget kok daun telinganya berbentuk lafaz Allah," ungkap Eko.
Menurut Eko, selama proses kehamilan sang bayi, dia dan istrinya tidak mendapatkan firasat aneh. Semuanya berjalan normal seperti kehamilan anak pertama mereka.
"Tidak ada firasat apa-sapa mas. Saya anggap ini berkah bagi keluarga saya," tegas Eko.
Posted by romeomontaque at 1:32 AM 0 comments